Tata Tertib Siswa

BAB I

KETENTUAN UMUM

PASAL 1 – Pengertian

Dalam tata tertib ini yang dimaksud dengan :

  1. Tata tertib Siswa SMA Negeri Bernas adalah peraturan peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh siswa SMA Negeri Bernas Provinsi Riau.
  2. Sekolah adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Bernas yang beralamat di Jalan H. Abd. Jalil Komplek Bhakti Praja Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
  3. Tim Disiplin adalah Tim yang beranggotakan guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh untuk menegakkan Tata Tertib Siswa.
  4. Guru BK adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan, penyuluhan dan konseling terhadap siswa.
  5. Wali Kelas adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk membina siswa dalam satu kelas.
  6. Guru Piket adalah guru yang mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk menjaga, memantau dan memastikan kelancaran pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di SMA Negeri Bernas Provinsi Riau.
  7. Siswa adalah peserta didik yang terdaftar secara administratif di SMA Negeri Bernas Provinsi Riau.
  8. Kegiatan Pembelajaran adalah proses berlangsungnya interaksi siswa, guru dan sumber belajar pada jam tatap muka baik didalam maupun diluar kelas.
  9. Waktu istirahat adalah waktu diberhentikannya kegiatan pembelajaran untuk sementara, dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh sekolah untuk beristirahat dan penyegaran pikiran.
  10. Pakaian Seragam adalah pakaian yang wajib dipakai siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik dilaksanakan di sekolah maupun di lokasi lain sesuai dengan hari yang telah ditentukan sekolah.
  11. Atribut adalah kelengkapan identitas siswa yang harus dipakai oleh semua siswa yang telah ditentukan oleh sekolah.
  12. Kredit Poin Pelanggaran Siswa adalah angka/ skor yang diberikan kepada siswa sebagai akibat dari pelanggaran yang telah dilakukannya.
  13. Debet Poin Siswa adalah angka/ skor yang diberikan kepada siswa sebagai reward atas prestasi yang diraih, untuk mengurangi kredit poin pelanggaran.
  14. Skorsing adalah pemberhentian atau penundaan mengikuti kegiatan pembelajaran untuk sementara waktu sebagai sanksi sesuai kredit poin pelanggaran yang diperoleh siswa dengan diberikan tugas sesuai jadwal pelajaran.
  15. Sanksi adalah hukuman yang diberikan kepada siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah.
  16. Sanksi langsung adalah sanksi yang diberikan pada saat terjadi pelanggaran, berupa tugas yang bersifat edukatif.

PASAL 2 – Landasan dan Tujuan

A. Landasan tata tertib ini adalah :

  1. Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahin 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 Tahin 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
  4. Permen RI Np. 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan
  5. Keputusan Rapat Kerja (Raker) guru, karyawan serta komite SMA Negeri Bernas

B. Tujuan ditetapkan keputusan ini adalah sebagai pedoman bagi siswa, tenaga pengajar dan karyawan dalam rangka pembinaan ketertiban dan kedisiplinan pada SMAN Benas.

BAB II

TATA TERTIB

PASAL 3 – Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran

  1. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan didalam maupun diluar lingkungan sekolah.
  2. Ketentuan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah diatur sebagai berikut :
    • Waktu kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran.
    • Siswa tidak dibenarkan berada diluar kelas pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung tanpa seizin guru kelas kecuali kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan.
    • Siswa tidak dibenarkan keluar ruangan kelas pada jam pelajaran, pada waktu guru pengajar belum memasuki ruang kelas. Apabila dalam waktu sepuluh (10) menit guru pengajar belum memasuki ruangan kelas, maka ketua/ wakil ketua kelas menghubungi guru pengampu/ guru piket.
    • Siswa dilarang mengaktifkan, Audio Video Player (MP3, MP4 dan sejenisnya) serta bermain game pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
    • Siswa tidak dibenarkan untuk makan dan minum pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
    • Siswa tidak dibenarkan memakai pakaian/ atribut lain yang tidak sesuai ketentuan sekolah, seperti jaket, sweater, topi dan sejenisnya pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
    • Siswa tidak dibenarkan melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan materi pelajaran pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
    • Siswa tidak dibenarkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran kelas lain.
    • Siswa wajib menghormati guru dan karyawan SMA Negeri Bernas.
    • Siswa wajib mengikuti seluruh proses kegiatan pembelajaran dengan tertib.
  3. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan pembelajaran diluar sekolah ditentukan atas kesepakatan antar pihak sekolah dan institusi terkait.

PASAL 4 – Kehadiran Siswa di Sekolah

  1. Diharapkan 10 (sepuluh) menit sebelum jam pelajaran dimulai siswa sudah hadir di sekolah.
    • Bel tanda masuk jam sekolah pukul 06.45 WIB.
    • Siswa yang terlambat/ sampai disekolah lewat dari pukul 06.45 WIB, tidak diizinkan masuk kedalam sekolah sebelum diproses terlebih dahulu oleh piket.
    • Siswa terlambat lebih dari 2 jam pelajaran tidak diperkenankan masuk dan dianggap Alpa serta orang tua diundang untuk menyelesaikan masalah anaknya di sekolah saat itu juga.
    • Siswa yang terlambat lebih dari 3 kali maka orang tua/ wali siswa yang bersangkutan dipanggil ke sekolah untuk memberikan penjelasan.
    • Bila siswa terlambat 3 kali yang kedua, maka siswa akan diskor selama 3 (tiga) hari.
  2. Siswa wajib mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru disekolah, kecuali pelajaran agama diikuti sesuai agama masing – masing.
  3. Siswa wajib mengikuti upacara bendera senin pagi maupun upacara peringatan hari – hari besar Nasional yang dilaksanakan di sekolah, serta menggunakan atribut lengkap.
  4. Siswa yang berhalangan hadir karena sakit atau hal lain, harus membawa surat keterangan atau pemberitahuan dari orang tua/ wali selambat – lambatnya 3 (tiga) hari setelah siswa yang bersangkutan absen/ tidak hadir. Siswa yang tidak hadir harus memberitahukan lewat telepon kepada wali kelas/ BK dan harus membuat surat keterangan dokter/ orang tua paling lambat 3 (tiga) hari setelah siswa tersebut tidak hadir. Surat dokter/ orang tua hanya berlaku 2 (dua) hari. Apabila siswa tersebut masih berhalangan hadir harus ada surat keterangan berikutnya.
  5. Kehadiran siswa dalam mengikuti KBM/ tatap muka bidang studi dengan guru yang mengajar minimal 90%. Kehadiran merupakan salah satu penilaian utama untuk kenaikan kelas.

PASAL 5 – Siswa Meninggalkan Kelas/ Sekolah saat KBM

  1. Siswa yang ingin ke kamar kecil pada saat KBM berlangsung wajib izin guru yang mengajar dikelas.
  2. Siswa yang akan meninggalkan kelas/ sekolah saat waktu KBM berlangsung wajiib meminta izin pada guru yang mengajar dan atau wakil kurikulum dan melapor ke guru piket.
  3. Siswa yang meninggalkan sekolah karena urusan keluarga, wajib menunjukkan surat keterangan dari orang tua/ wali pada guru piket atau dijemput orang tuanya.
  4. Siswa dilarang berada diluar lingkungan sekolah selama proses KBM berlangsung. Kecuali mendapat izin dari guru dan piket. Bila kedapatan berada diluar lingkungan sekolah tanpa seizin guru dan piket, maka siswa akan di skor selama 3 (tiga) hari.

PASAL 6 – Ketidakhadiran

  1. Jika siswa tidak hadir disekolah lebih dari 2 (dua) hari berturut – turut karena sakit, harus membawa surat keterangan dokter, dan bagi siswa karena suatu keperluan lain harus membawa surat keterangan orang tua/ wali.
  2. Jika dalam 1 (satu) semester siswa tidak hadir tanpa keterangan lebih dari 3 (tiga) hari maka orang tua/ wali siswa diundang ke sekolah untuk hadir bertemu wali kelas/ BK.
  3. Jika siswa tidak bisa menunjukkan surat keterangan dokter atau surat keterangan orang tua/ wali siswa atau tidak menghadirkan orang tua/ wali siswa dianggap absen/ alpa.
  4. Siswa yang tidak hadir karena sakit lebih dari 3 bulan, dianggap cuti dan harus mengulang di kelas yang sama pada tahun berikutnya.
  5. Jika siswa belajar diluar negeri/ mengikuti pertukaran pelajar yang lamanya 3 bulan hingga 1 tahun harus mengambil cuti dari sekolah. Setelah kembali harus mengulang di kelas yang sama.
  6. Siswa yang tidak hadir disekolah selama 14 (empat belas) hari secara berturut turut tanpa pemberitahuan yang jelas kepada sekolah, dianggap mengundurkan diri.
  7. Siswa/i yang menikah atau hamil sebelum menyelesaikan pendidikan di SMAN Bernas agar mengundurkan diri dari SMAN Bernas.

PASAL 7 – Ketentuan Pakaian Seragam

Siswa wajib mengenakan pakaian seragam dengan ketentuan :

  1. Pakaian yang layak pakai, tidak robek atau tambalan dengan bahan warna lain.
  2. Mengenakan pakaian sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Kaos dalam harus putih tidak warna warni.
  4. Pakaian atau kemeja harus dimasukkan kedalam celana/ rok, tanpa terkecuali.
  5. Pakaian mengijuti aturan bentuk/ pola dan ukuran baju tidak junkies, pensil, pendek dan ketat.
  6. Menggunakan ikat pinggang warna hitam sesuai dengan ketentuan.
  7. Memakai sepatu sekolah warna hitam dengan baik dan benar/ tidak menginjak bagian belakang sepatu. Sepatu menutupi punggung kaki, bukan sepatu pesta, sepatu balet, sepatu kaca, sepatu flat dan sebagainya.
  8. mengenakan kaos kaki putih polos panjang, khusus seragam pramuka menggunakan kaos kaki hitam panjang.
  9. Siswa diwajibkan berpakaian seragam dengan atribut lengkap.
  10. Jadwal seragam sekolah
NoHariSeragam
1SeninPutih Abu – Abu
2SelasaBiru Dongker
3RabuBatik
4KamisPramuka
5Jum’atMelayu

11. Saat pelajaran PENJASORKES siswa wajib memakai seragam olahraga yang telah ditentukan oleh sekolah

12. Tidak boleh mengenakan jaket selama disekolah. Siswa/i boleh memakai jaket dengan alasan tertentu setelah mendapatkan izin oleh guru BP/ wali kelas/ guru yang mengajar. Bila siswa kedapatan mengenakan jaket selama belajar mengajar di sekolah, maka jaket akan disita, akan dikembalikan jika orang tua yang mengambil.

PASAL 8 – Tata Rias

  1. Siswa/ i harus menjaga penampilan yang wajar dan tidak berlebihan.
  2. Putra :
    • Potongan rambut pendek rapi dengan ukuran 1-2-3.
    • Tidak mengenakan kalung, gelang dan aksesoris lainnya.
    • Telinga tidak ditindik.
    • Tidak bertato atau sejenisnya.
    • Tidak berkuku panjang
  3. Putri :
    • Menggunaan jilbab serta anak jilbab, bagi non muslim rambut panjang diikat/ dijepit, tidak dipotong pendek (polka) dan tidak diberi warna.
    • Tidak mencukur alis mata.
    • Tidak menggunakan make up.
    • Tidak bertato.
    • Tidak menindik tubuh selain di telinga dan lebih dari sewajarnya.
    • Tidak menggunakan perhiasan berlebihan.

PASAL 9 – Ketentuan Waktu Istirahat

  1. Jadwal istirahat pelaksanaan kegiatan pembelajaran diatur oleh sekolah.
  2. Selama waktu istirahat tersebut,
    • Siswa dilarang membawa kendaraan bermotor keluar lingkungan sekolah tanpa izin guru piket.
    • Siswa dianjurkan tidak berada didalam kelas, tetapi tetap dalam lingkungan sekolah.
    • Siswa tidak membeli makanan diluar lokasi sekolah.
    • Siswa dilangan berolahraga.

PASAL 10 – Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Siswa wajib mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler.
  2. Siswa wajib mengikuti ekstrakurikuler ROHIS.
  3. Jumlah peserta dalam satu cabang kegiatan ekstrakurikuler 15 – 30 siswa.
  4. Kegiatan ekstrakurikuelr di selenggarakan setiap hari Senin s.d Jum’at setelah jam belajar selesai mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB.
  5. Waktu kegiatan ekstrakurikuler maksimal 120 menit untuk satu kali latihan/ pertemuan, kecuali persiapan lomba atau pementasan.

PASAL 11 – Pelaksanaan Ibadah

  1. Siswa wajib mengikuti kegiatan perayaan hari – hari besar keagamaan yang dilaksanakan atau diadakan sekolah sesuai dengan agamanya.
  2. Semua siswa yang beragama Islam wajib menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.
  3. Semua siswa yang beragama Islam wajib melaksanakan sholat Zuhur dan Ashar di sekolah.
  4. Siswa putra yang beragama Islam wajib melaksanakan sholat Jum’at di Masjid sesuai dengan jadwal dan tempat yang ditentukan.
  5. Siswa yang beragama islam wajib melaksanakan tadarus al-Qur’an dan kegiatan ROHIS Jum’at pagi.

PASAL 12 – Memperingati Hari Besar Nasional dan Upacara Bendera

  1. Siswa wajib mengikuti kegiatan hari – hari besar Nasional yang dilaksanakan sekolah.
  2. Siswa wajib mengenakan seragam dan atribut yang ditentukan pada hari tersebut.
  3. Siswa wahib mengikuti upacara bendera yang diselenggarakan oleh sekolah.

BAB II

PELANGGARAN DAN POIN

PASAL 13 – Ketentuan Umum

  1. Setiapsiswa yang melanggar tata tertib diberikan sanksi langsung dan kredit poin berdasarkan jenis pelanggarannya.
  2. Semakin besar kredit poin yang diberikan, menunjukkan semakin besar bobot pelanggaran yang dilakukan siswa.
  3. Pelanggaran yang dilakukan lebih dari satu kali, kredit poin diakumulasikan dengan pelanggaran sebelumnya dengan jenis sanksi sesuai kredit poin akumulasi.
  4. Kredit poin pelanggaran diakumulasikan selama 1 tahun, dengan ketentuan batas maksimal kredit poin yang masih dapat ditoleransi untuk siswa adalah 100 poin.
  5. Siswa yang telah mencapai kredit poin lebih besar dari batas maksimal kredit poin seperti diatur dalam ayat 4 diatas, dikeluarkan dari sekolah.

PASAL 14 – Kredit Point Pelanggaran Siswa

Adapun bobot klarifikasi poin pelanggaran adalah sebagai berikut :

NoJENIS PELANGGARANBOBOT
1Kehadiran Siswa 
 1.1 Terlambat mengikuti Apel/ Upacara5
 1.2 Tidak mengikuti Apel/ Upacara10
2Kegiatan Belajar Mengajar 
 2.1 Alpa (bolos) tanpa keterangan10
 2.2 Mengulangi poin 2.120
 2.3 Kabur dari jam pelajaran10
 2.4 Mengulangi poin 2.320
 2.5 Tidak mengumpulkan tugas/ PR yang diberikan5
 2.6 Mengulangi poin 2.510
 2.7 Mengganggu proses KBM20
 2.8 Tidak membawa perlengkapan kegiatan belajar10
 2.9 Tidak melaksanakan sholat berjamaah20
 2.10 Tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler10
 2.11 Mengulangi poin 2.1020
 2.12 Membawa alat komuniksi (Handphone) tanpa izin20
3Seragam Sekolah, Praktik, Olahraga, dan Busana Muslim 
 3.1 Baju tidak dimasukkan2
 3.2 Kaos kaki tidak sesuai ketentuan5
 3.3 Atribut sekolah tidak lengkap5
 3.4 Menggunakan pakaian diluar ketentuan (junkies, pensil, pendek dan ketat)10
 3.5 Sepatu tidak sesuai ketentuan10
 3.6 Memakai aksesoris berlebihan10
 3.7 Tidak memakai seragam olahraga pada waktu olahraga10
 3.8 Siswi yang tidak menggunankan jilbab di sekolah maupun diluar sekolah10
4Tata Rias 
 4.1 Siswa putra berambut panjang, dikucir atau tidak serasi dan melebihi ketentuan, siswi yang non muslim tidak merapikan rambut5
 4.2 Siswa berkuku panjang dan mewarnai kuku5
 4.3 Memakai make up5
 4.4 Tidak memakai anak jilbab bagi siswa putri5
5Tindakan Perusakan 
 5.1 Corat – coret seragam5
 5.2 Mengulangi poin 5.110
 5.3 Corat – coret dan merusak sarana prasarana sekolah15
 5.4 Mengulangi poin 5.320
 5.5 Membuang sampah sembarangan5
 5.6 Petugas piket kelas tidak melaksanakan tugas piket kelas10
6Merokok 
 6.1 Membawa rokok di sekolah10
 6.2 Membawa rokok dan merokok pada jam atau kegiatan sekolah30
 6.3 Merokok diluar sekolah25
7Miras, Narkoba dan Perjudian 
 7.1 Membawa alat perjudian dan berjudi dilingkungan sekolah30
 7.2 Membawa dan atau mengkonsumsi minuman keras101
 7.3 Membawa, menggunakan dan atau mengedarkan narkoba101
8Membully dan Perkelahian 
 8.1 Membully teman20
 8.2 Propokator perkelahian dengan siswa/ orang luar sekolah50
 8.3 Berkelahi/ tawuran dengan teman satu sekolah/ orang luar sekolah70
 8.4 Menganiaya orang lain101
9Menggunakan Uang Sekolah 
 9.1 Menyalahgunakan uang sekolah untuk kepentingan apapun10
 9.2 Mengulangi perbuatan yang sama20
10Orang Tua/ Wali palsu 
 10.1 Membawa orang tua/ wali palsu atau gadungan20
 10.2 Mengulangi perbuatan yang sama40
11Mencuri 
 11.1 Mencuri uang, barang baik milik teman atau orang lain dan milik sekolah60
 11.2 Mengulangi poin  11.1101
12Tindakan Terhadap Nama Baik Sekolah 
 12.1 Memalsukan tanda tangan atau surat izin30
 12.2 Mencemarkan nama baik sekolah didunia nyata atau dunia maya (cyber crime)60
 12.3 Menggelapkan barang, manipulasi uang orang tua, guru, teman ataupun sekolah90
 12.4 Melakukan pemerasan terhadap orang lain dilingkungan sekolah70
 12.5 Berbohong, memfitnah atau menyebarkan berita bohong30
 12.6 Mengunjungi tempat tempat tidak layak bagi pelajar seperti diskotik, night club dll80
 12.7 Mengancam keselamatan orang lain40
 12.8 Melawan secara fisik kepada guru/ karyawan101
 12.9 Memalsukan administrasi/ dokumen sekolah50
 12.10 Terlibat tindakan kriminal yang ditangani oleh penegak hukum101
13Membawa Buku/ Majalah/ Kaset Terlarang/ Barang yang Tidak Ada Kaitannya dengan Pelajaran 
 13.1 Membawa buku/ majalah/ benda terlarang40
 13.2 Memperjualbelikan buku/ majalah/ benda terlarang60
14Tindakan Berkenaan dengan Kartu Kontrol 
 14.1 Tidak membawa kartu kontrol pada saat kegiatan sekolah5
 14.2 Menghilangkan kartu kontrol20
15Tindakan Amoral/ Asusila 
 15.1 Berduaan ditempat sepi dengan lawan jenis30
 15.2 Berboncengan dengan lawan jenis10
 15.3 Terbukti foto dan video berduaan/ bermesraan dengan lawan jenis40
 15.5 Terbukti berbuat tidak senonoh101
 15.6 Terbukti menghamili/ dihamili terlepas dari faktor suka/ tidak suka101
 15.7 Terbukti melakukan tindakan pemerkosaan101
16Senjata Tajam/ Sejata Api 
 16.1 Membawa/ memakai senjata tajam (sabuk besi, mistar baja, gir)15
 16.2 Memiliki dan menggunakan sajam/ api dan berakibat fatal bagi orang lain101

PASAL 15 – Tindak Lanjut

NOJUMLAH KREDIT POINTINDAK LANJUTSANKSI
110Ditangani guru piket dan dikonfirmasikan ke wali kelas dan tim disiplinPeringatan lisan
220Ditangani guru piket, wali kelas, tim disiplin, guru BK dan dikonfirmasikan ke orang tuaSurat peringatan tertulis dan pemanggilan orang tua
330Ditangani wali kelas, guru BK, dan staf KesiswaanPemanggilan orang tua membuat surat pernyataan diatas materai 10.000 diketahui orang tua dan di skorsing 3 (tiga) hari efektif belajar
470Ditangani wali kelas, guru BK, dan Wakil KesiswaanPemanggilan orang tua membuat surat pernyataan diatas materai 10.000 diketahui orang tua dan di skorsing 6 (enam) hari efektif belajar
585Ditangani guru BK dan Kepala SekolahPemanggilan orang tua membuat surat pernyataan diatas materai 10.000 diketahui orang tua
6>100Konferensi kasusDikembalikan kepada orang tua

BAB IV

DEBET POIN SISWA (REWARD)

PASAL 16 – Ketentuan Umum

  1. Siswa dapat mengurangi poin pelanggarannya dengan melakukan suatu prestasi yang positif yang besarnya disesuaikan dengan tingkat prestasi yang dicapai.
  2. Pengurangan kredit poin seperti yang diatur dalam ayat 1 diatas dapat diberlakukan jika siswa yang bersangkutan telah mempunyai kredit poin pelanggaran pada saat itu
  3. Debet poin juga digunakan sebagai kriteria menemukan siswa berprestasi

PASAL 17 – Ketentuan Debet Poin Siswa

NOJENIS PRESTASIBOBOT
1Tidak pernah terlambat selama 1 (satu) bulan penuh5
2Tidak pernah absen selama 1 (satu) bulan penuh10
3Menjadi perangkat kelas 
 3.1 Ketua kelas5
 3.2 Wakil5
 3.3 Sekretaris3
 3.4 Bendahara3
 3.5 Koordinator2
 3.6 Anggota1
4Menjadi pelaksana upacara bendera/ apel5
5Menjadi pengurus organisasi 
 5.1 Ketua10
 5.2 Sekretaris8
 5.3 Bendahara8
 5.4 Koordinator6
 5.5 Anggota5
6Menjadi panitia acara 
 6.1 Ketua6
 6.2 Sekretaris5
 6.3 Bendahara5
 6.4 Koordinator4
 6.5 Anggota3
7Mengikuti lomba sebagai peserta 
 7.1 Tingkat Sekolah5
 7.2 Tingkat Kabupaten8
 7.3 Tingkat Provinsi10
 7.4 Tingkat Nasional20
8Mengikuti lomba sebagai juara 
 8.1 Tingkat Sekolah8
 8.2 Tingkat Kabupaten10
 8.3 Tingkat Provinsi20
 8.4 Tingkat Nasional30
9Hafal al-Qur’an 1 (satu) juz30
10Memberikan informasi yang valid tentang tindak pelanggaran yang dilakukan siswa10

BAB V

PENUTUP

PASAL 18 – Pengawasan, Pemberian Sanksi dan Pembinaan

  1. Pengawasan tata tertib siswa dilakukan oleh seluruh guru dan tenaga non kependidikan di sekolah.
  2. Pemberian sanksi langsung dan penambahan kredit poin pelanggaran siswa dilakukan oleh Tim Disiplin dan atau guru piket
  3. Keputusan tertinggi berkenaan dengan pemberian sanksi berada di tangan Rapat Konferensi kasus yang diikuti oleh Waka Kesiswaan, Guru BK, Tim Disiplin dan Wali Kelas.
  4. Pembinaan terhadap siswa yang telah melakukan pelanggaran ditangani oleh Wali Kelas dan Guru BK.

PASAL 19 – Pengolahan Kredit Poin dan Debet Poin

Pengolahan data kredit poin pelanggaran siswa dan debet poin dilakukan oleh guru BK dan staf Kesiswaan dibawah pengawasan Waka Kesiswaaan.

PASAL 20 – Aturan Pemberlakuan

Tata tertib ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.

PASAL 21 – Aturan Tambahan

  1. Bagi siswa yang melakukan tindak pencurian, maka siswa yang bersangkutan diberi sanksi sesuai dengan tata tertib siswa dan harus mengembalikan barang hasil curian dan atau uang senilai barang tersebut.
  2. Apabila siswa membawa senjata tajam dan atau memakai atribut/ aksesoris yang tidak sesuai dengan ketentuan akan disita oleh pihak sekolah.
  3. Apabila siswa merusak sarana prasarana sekolah maka siswa tersebut harus memperbaiki dan atau mengganti sarana tersebut.
  4. Apabila siswa membawa atau memakai HP akan disita oleh pihak sekolah dan baru akan dikembalikan setelah siswa tersebut lulus.
  5. Hal – hal yang belum jelas diatur dalam keputusan ini, akan ditentukan dan diputuskan dalam rapat dewan guru